SMK Babussalam melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu bentuk persiapan peserta didik sebelum menghadapi pelaksanaan TKA yang sesungguhnya.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruang laboratorium komputer dengan diikuti oleh para siswa. Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti simulasi sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan, mulai dari persiapan perangkat, login, hingga mengerjakan soal melalui sistem komputer.
Gladi bersih ini tidak hanya menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal teknis pelaksanaan TKA, tetapi juga melatih kesiapan, ketelitian, konsentrasi, serta kemampuan siswa dalam mengikuti ujian berbasis komputer.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik SMK Babussalam dapat lebih memahami alur pelaksanaan TKA, terbiasa dengan sistem yang digunakan, serta semakin siap dan percaya diri dalam menghadapi pelaksanaan TKA nantinya.
Gladi bersih hari ini, persiapan untuk hasil terbaik di kemudian hari. Semangat dan sukses untuk seluruh peserta didik SMK Babussalam! 💙✨
SMK Babussalam melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan tertib dan penuh tanggung jawab untuk mengukur pemahaman serta capaian pembelajaran yang telah diperoleh selama proses belajar.
Melalui asesmen ini, peserta didik diharapkan dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam mengerjakan setiap soal.
Selamat melaksanakan Asesmen Sumatif Tengah Semester. Tetap semangat dan berikan hasil terbaik! 📚✨
Siswa SMK Babussalam sedang mengikuti kegiatan praktik membuat kue di Lab Kuliner. Dengan didampingi guru, para siswa belajar mengolah bahan dan menerapkan teknik pembuatan kue secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan dan ketelitian, tetapi juga mendorong kreativitas, kerja sama, serta kesiapan siswa untuk mengembangkan kompetensi di bidang kuliner.
Suasana di laboratorium komputer SMK Babussalam tampak begitu hidup. Jemari para siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menari lincah di atas papan ketik, merangkai baris demi baris kode pemrograman untuk menyelesaikan proyek terbaru mereka. Tidak sekadar memenuhi tugas sekolah, proyek ini menjadi pembuktian semangat, ketelitian, dan dedikasi generasi muda dalam merajut mimpi di dunia teknologi.
Di bawah bimbingan para guru dan kolaborasi yang solid antar sesama siswa, setiap tantangan—mulai dari memecahkan logika algoritma hingga mengatasi bug—dihadapi dengan antusias. Dari ruang kelas inilah ide-ide kreatif mereka bertransformasi menjadi solusi perangkat lunak yang berdaya guna, membuktikan bahwa siswa SMK Babussalam siap bersaing dan menjadi peretas masa depan di industri digital.
Lahirnya Inovator Berakhlak Mulia dari Bumi Pagelaran
Setiap tanggal 22 Oktober, SMK Babussalam Pagelaran, Malang, merayakan Hari Santri Nasional (HSN) dengan semangat yang berlipat ganda. Di sini, perayaan bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menegaskan sintesis sempurna antara pendidikan pesantren dan keahlian vokasi yang modern.
SMK Babussalam, yang berdiri di bawah naungan Pondok Pesantren Babussalam—sebuah lembaga yang memiliki sejarah kuat dalam inisiasi Hari Santri Nasional—mengajak seluruh santri dan siswa untuk meresapi tema tahun ini: “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.”
Menggenggam Dua Pilar: Vokasi dan Resolusi Jihad
Sejak awal berdirinya, SMK Babussalam bertujuan menjadi sekolah berbasis teknologi yang diterapkan dalam pesantren. Inilah yang menjadikan santri SMK Babussalam unik; mereka adalah generasi yang disiapkan untuk menguasai dua medan:
1. Medan Ruhani: Semangat Mengawal Indonesia Merdeka
Kami adalah pewaris langsung dari semangat Resolusi Jihad KH. Hasyim Asy’ari. Bagi siswa Jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Kuliner, dan Farmasi, makna jihad telah bertransformasi menjadi:
Jihad Produktif: Memanfaatkan keahlian yang dimiliki untuk menciptakan produk atau layanan yang bermanfaat, halal, dan berdaya saing, sehingga dapat mengentaskan kemiskinan dan ketidakadilan ekonomi.
Jihad Digital: Menggunakan kemampuan pemrograman dan teknologi informasi (RPL) untuk menyebarkan narasi kebaikan, moderasi beragama, dan menangkal hoaks atau radikalisme di ruang digital.
Jihad Kesehatan dan Pangan: Mengaplikasikan ilmu di bidang Farmasi dan Kuliner untuk menjamin kualitas kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.
2. Medan Profesional: Menyongsong Peradaban Dunia
Visi global santri Babussalam terwujud dalam penguasaan kompetensi kejuruan yang mumpuni. Santri kami adalah calon Technopreneur dan Sociopreneur yang membawa nilai spiritualitas ke dalam dunia profesional.
Refleksi: Santri Hari Ini, Inovator Masa Depan
Di momen Hari Santri Nasional ini, seluruh siswa SMK Babussalam diajak untuk merenungkan:
“Setiap tetes keringatmu di bengkel, dapur, atau lab komputer, adalah bagian dari pengabdian. Setiap ayat yang kau hafal dan setiap skill yang kau kuasai, adalah modal untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan berperan aktif dalam peradaban dunia.”
Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober! Mari teruskan perjuangan ulama dan kiai dengan menjadi Santri Vokasi yang Berkemajuan, Berakhlak, dan Berdampak Nyata bagi bangsa dan dunia.
PT Humma Teknologi Indonesia (Hummatech), sebuah perusahaan yang berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan teknologi informasi, dikenal aktif dalam menjembatani dunia pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri melalui program Kelas Industri. Salah satu agenda penting dalam program ini adalah pelaksanaan sharing session atau sesi berbagi yang bertujuan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini.
Pentingnya Program Kelas Industri Hummatech
Kelas Industri merupakan program pembelajaran khusus di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang dikelola bersama oleh sekolah dan industri. Tujuannya adalah menciptakan lulusan yang siap kerja (link and match) dengan kompetensi yang sesuai standar industri.
Mengapa Sharing Season Sangat Penting?
Sharing Season yang diselenggarakan oleh Hummatech menghadirkan sejumlah manfaat krusial bagi ekosistem pendidikan dan industri:
1. Transfer Pengetahuan dan Teknologi Terkini
Dalam sesi ini, para developer dan praktisi profesional dari Hummatech berbagi ilmu, wawasan, dan praktik terbaik (best practice) yang sedang diterapkan di industri. Materi yang disampaikan seringkali mencakup teknologi terbaru, seperti Pemrograman Web, Pengembangan Aplikasi Mobile, Desain Komunikasi Visual (DKV), hingga tren dalam Pengembangan Perangkat Lunak dan Game (PPLG). Hal ini memastikan siswa mendapatkan pengetahuan yang up-to-date dan relevan dengan tuntutan pasar.
2. Pembentukan Mindset dan Budaya Kerja Industri
Siswa tidak hanya belajar hardskill, tetapi juga dibekali dengan softskill dan pemahaman tentang budaya kerja profesional di lingkungan perusahaan teknologi. Sesi ini sering membahas tentang problem solving, kolaborasi tim, manajemen proyek, dan pentingnya disiplin serta inovasi—nilai-nilai yang esensial untuk sukses di dunia kerja.
3. Jembatan Menuju Real Project
Melalui Sharing Season, siswa Kelas Industri mendapatkan gambaran langsung tentang studi kasus atau proyek nyata (real project) yang sedang dikerjakan oleh Hummatech. Diskusi ini membuka peluang bagi siswa untuk berpartisipasi dalam skema Project-Based Learning yang telah disinkronkan ke dalam kurikulum kelas industri mereka. Ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan mereka agar dapat menyerap sistem magang berbasis proyek yang efektif.
4. Peningkatan Kapasitas Guru
Kegiatan ini juga menjadi momen penting bagi para guru pendamping. Mereka dapat melakukan sinkronisasi kurikulum, bertanya langsung mengenai standar kompetensi yang dibutuhkan industri, dan menyerap materi pelatihan yang kemudian dapat ditransfer kembali kepada siswa di sekolah. Hummatech sendiri dikenal aktif dalam program Guru Magang, dan Sharing Season menjadi pelengkap untuk terus memperbaharui kemampuan pengajar.
Komitmen Hummatech untuk Pendidikan Vokasi
PT Humma Teknologi Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia. Program Kelas Industri yang mereka tawarkan merupakan model kolaborasi yang mencakup:
Sinkronisasi Kurikulum: Menyesuaikan materi ajar agar sesuai dengan kebutuhan proyek-proyek riil di industri.
Modul Proyek: Menyediakan modul pembelajaran berbasis proyek nyata dari industri.
Siswa Magang: Menerima siswa untuk praktik kerja lapangan (PKL) dengan skema real project.
Rekrutmen Lulusan: Banyak alumni Kelas Industri Hummatech yang berkesempatan direkrut menjadi bagian dari tim developer di perusahaan.
Melalui keberlanjutan Sharing Season Kelas Industri, Hummatech tidak hanya mencetak lulusan SMK yang siap kerja, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) digital Indonesia yang kompeten, inovatif, dan mampu bersaing di kancah global. Kegiatan ini menegaskan bahwa masa depan pendidikan vokasi berada dalam kolaborasi erat antara sekolah dan industri.
Siswa kelas XII SMK Babussalam, yang menempuh jurusan-jurusan unggulan seperti Kuliner (Tata Boga), Farmasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), baru-baru ini melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Kegiatan yang diselenggarakan secara serentak di tingkat nasional oleh Kemendikdasmen ini menjadi instrumen penting untuk memetakan capaian akademik siswa dan mendukung langkah mereka selanjutnya, baik untuk berkarir maupun melanjutkan pendidikan tinggi.
TKA dilaksanakan dengan berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) di laboratorium komputer sekolah, mencerminkan komitmen SMK Babussalam dalam memanfaatkan teknologi untuk proses asesmen yang objektif dan transparan.
TKA: Mengukur Kompetensi Multidimensi
Bagi siswa SMK, TKA memiliki signifikansi ganda. Selain mengukur kompetensi akademik dasar, hasil TKA juga dapat menjadi nilai tambah yang krusial saat mereka memasuki dunia persaingan:
1. Mata Uji Wajib: Fondasi Literasi dan Numerasi
Sama seperti jenjang SMA/MA, peserta TKA dari SMK Babussalam menguji kemampuan mereka pada mata pelajaran wajib yang berfungsi sebagai fondasi: Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris.
Relevansi bagi SMK: Meskipun fokus pada kejuruan, penguasaan literasi (kemampuan membaca dan memahami) dan numerasi (kemampuan berpikir matematis) adalah soft skill dasar yang wajib dimiliki oleh setiap tenaga kerja profesional, mulai dari Chef di bidang kuliner hingga Developer di bidang IT.
2. Mata Uji Pilihan: Jembatan ke Dunia Karier dan PTN
Poin pembeda utama bagi siswa kelas XII adalah pemilihan dua (2) mata pelajaran pilihan. Pilihan ini disesuaikan dengan program keahlian siswa dan rencana mereka setelah lulus.
Jalur Lanjut Studi: Bagi siswa yang berencana masuk Perguruan Tinggi (PTN/PTS), terutama melalui jalur prestasi (SNBP) atau seleksi mandiri, nilai TKA pada mata pelajaran pilihan (misalnya Kimia dan Biologi untuk Farmasi, atau mata pelajaran umum pendukung untuk RPL) dapat menjadi bukti kompetensi yang terstandar secara nasional.
Jalur Karier: Hasil TKA juga memberikan laporan terstandar mengenai kekuatan akademik siswa yang dapat digunakan sebagai portofolio pendukung saat melamar pekerjaan di industri, mengesankan calon pemberi kerja bahwa lulusan memiliki kemampuan dasar yang kuat selain keahlian kejuruan.
Persiapan Sekolah dan Harapan ke Depan
Sebelum pelaksanaan, pihak SMK Babussalam telah melakukan sosialisasi dan simulasi TKA untuk memastikan siswa memahami alur, format soal, dan tata tertib ujian. Upaya ini bertujuan untuk meminimalisir kendala teknis dan mempersiapkan mental siswa.
Meskipun TKA bersifat tidak wajib dan tidak menentukan kelulusan sekolah, keikutsertaan siswa SMK Babussalam dalam TKA adalah investasi jangka panjang. Hal ini menegaskan bahwa lulusan SMK tidak hanya kompeten di bidang kejuruan, tetapi juga memiliki fondasi akademik yang kokoh, siap bersaing di dunia profesional, sekaligus membuka pintu lebar-lebar menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Ubi karamel adalah hidangan klasik yang menggabungkan manis alami umbi (seperti ubi jalar) dengan lapisan gula karamel yang renyah. Praktik ini melatih siswa dalam teknik penggorengan dan pembuatan karamel yang tepat.
Tujuan Pembelajaran: Siswa mampu menerapkan teknik menggoreng (Deep Frying) dan membuat karamel kering/basah untuk menghasilkan produk yang renyah (crispy) dan manis.
Praktik Ubi Karamel ini mengajarkan keseimbangan rasa manis dan teknik tekstur yang penting bagi setiap siswa Kuliner.
SMK Babussalam telah berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi dalam proses asesmen. ASTS Semester Ganjil dilaksanakan dengan sistem Computer Based Test (CBT).
Aspek Kunci Pelaksanaan CBT:
Pemanfaatan Perangkat: Siswa menggunakan komputer, laptop, atau perangkat smartphone yang mereka miliki untuk mengakses soal ujian melalui platform sekolah.
Standarisasi Ruang: Ujian dilaksanakan di ruang kelas atau laboratorium komputer yang telah disiapkan dengan pengawas yang ketat untuk menjamin ketertiban.
Pembiasaan Dunia Kerja: Penerapan CBT bertujuan membiasakan siswa dengan lingkungan kerja profesional yang semakin terdigitalisasi, melatih mereka dalam menghadapi tes berbasis teknologi di masa depan.
Pelaksanaan berbasis komputer ini menekankan pada disiplin waktu dan kejujuran. Seluruh siswa diwajibkan mematuhi tata tertib yang ketat, mulai dari hadir tepat waktu, menggunakan kartu peserta, hingga larangan membawa catatan atau alat komunikasi yang tidak berhubungan dengan ujian.
Di SMK Babussalam, Laboratorium Farmasi tidak hanya berfungsi sebagai ruangan pelengkap, tetapi merupakan jantung dari seluruh kurikulum kejuruan. Di sinilah teori yang didapatkan di kelas diubah menjadi keterampilan nyata (hard skills) yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
Fasilitas Laboratorium Farmasi di SMK Babussalam dirancang untuk mereplikasi lingkungan kerja kefarmasian yang sesungguhnya. Laboratorium ini dilengkapi dengan berbagai peralatan standar, mulai dari timbangan analitik, alat-alat gelas, bahan-bahan kimia farmasi, hingga alat pengujian sediaan, memastikan siswa terbiasa dengan instrumen yang akan mereka temui di apotek, rumah sakit, maupun industri farmasi.